EDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SISWA
Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.
Le résumé fourni par la source
ABSTRACT Bullying in elementary schools is not recognized as problematic behavior, when it appears as teasing, negative nicknames, exclusion, or actions perceived as jokes. This condition shows the importance of education that helps students recognize its forms, impacts, and prevention strategies. This community service activity aimed to provide anti-bullying education to students at SD Negeri 1 Puosu to strengthen their understanding of bullying and preventive actions. The activity was conducted on August 3, 2026, involving 50 students from Grades 4, 5, and 6 through a participatory approach covering preparation, implementation, and evaluation. Materials were delivered through interactive presentations, questions and answers, discussions, and visual images. Evaluation was conducted through observation, verbal responses, questions and answers, discussions, and reflection using sticky notes. The results showed that students could identify diverse forms of bullying, understand its effects on victims’ feelings and comfort, and describe preventive actions, including respecting others, avoiding teasing or hurting peers, supporting victims, and reporting incidents to teachers. Sticky-note reflection provided space for students to express feelings, commitments, and positive messages. This activity can serve as a step to strengthen students’ understanding and awareness and support a safe school environment. ABSTRAK Perundungan di sekolah dasar sering belum dikenali siswa sebagai perilaku bermasalah, khususnya ketika muncul dalam bentuk ejekan, julukan negatif, pengucilan, atau tindakan yang dianggap sebagai candaan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi yang membantu siswa mengenali bentuk, dampak, dan cara mencegah perundungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi anti-bullying kepada siswa SD Negeri 1 Puosu agar memahami bentuk dan dampak perundungan serta mengenali tindakan pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 dengan melibatkan sekitar 50 siswa kelas IV, V, dan VI menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, contoh situasi, dan media visual gambar edukatif. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, respons verbal, tanya jawab, diskusi, dan refleksi menggunakan sticky notes. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dapat mengenali bentuk perundungan yang beragam, memahami dampaknya terhadap perasaan dan kenyamanan korban, serta menyebutkan langkah pencegahan berupa saling menghargai, tidak mengejek atau menyakiti teman, membantu korban, dan melaporkan kejadian kepada guru. Refleksi melalui sticky notes memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan perasaan, komitmen, dan pesan positif. Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran siswa serta mendukung lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Le contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- EDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SISWA
- Date Crossref
- 14/09/2026
- Éditeur
- Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Où se fait cette recherche
-
Universitas Sembilanbelas November Kolaka pays non établi dans la noticeUniversité ou école supérieure
Universitas Sembilanbelas November Kolaka.
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.