Aller au contenu principal
Accès ouvert déclaré 2026 article

Harmonisasi Nilai Pendidikan Multikultural dan Keaswajaan di Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

0Citations signalées, ce qui n’est pas une note de qualité
2Institutions déclarées
1Pays d’affiliation déclarés

Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.

Le résumé fourni par la source

Perguruan tinggi berbasis pesantren menempati posisi strategis sebagai ruang perjumpaan antara tradisi keilmuan Islam dan tuntutan kehidupan akademik yang plural. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harmonisasi nilai-nilai pendidikan multikultural (toleransi, kesetaraan, demokrasi, keadilan, dan pluralisme) dengan nilai-nilai keaswajaan (tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh) dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Nurul Huda (UNUHA) Sukaraja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa dan dosen yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik, perpanjangan pengamatan, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan pokok. Pertama, harmonisasi nilai berlangsung pada tataran konseptual melalui hubungan konvergensi-komplementer: nilai keaswajaan berfungsi sebagai landasan teologis-normatif, sedangkan nilai multikultural berfungsi sebagai kerangka operasional-sosiologis, sehingga keduanya tidak berhadapan secara dikotomis. Kedua, harmonisasi terwujud dalam tri dharma dengan penekanan berbeda: dharma pendidikan melalui integrasi nilai pada kurikulum, iklim kelas dialogis, dan keteladanan dosen; dharma penelitian melalui pemilihan topik berbasis kearifan lokal dan etika penelitian yang menjunjung i'tidal; serta dharma pengabdian melalui program lintas kelompok masyarakat yang menegaskan tasamuh dan keadilan sosial. Ketiga, harmonisasi menghadapi kendala berupa pemahaman nilai yang belum merata di kalangan dosen, dominasi pendekatan normatif-doktriner pada sebagian mata kuliah, serta belum tersedianya instrumen evaluasi afektif yang terukur. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman integrasi nilai lintas dharma sebagai kebijakan institusional.

Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.

Le contrôle bibliographique ouvert

DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.

Titre Crossref
Harmonisasi Nilai Pendidikan Multikultural dan Keaswajaan di Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren
Date Crossref
19/09/2026
Éditeur
Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta
Type
journal-article

Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.

Où se fait cette recherche

  • Universitas Nurtanio pays non établi dans la notice
    Université ou école supérieure
  • Universitas Nurul Huda pays non établi dans la notice
    Université ou école supérieure
  • IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang pays non établi dans la notice
    Institution

Universitas Nurtanio, Universitas Nurul Huda et IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang.

Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.

Les sujets associés

Multicultural Education and Local WisdomIslamic Studies and RadicalismEducation and Character Development

BNTIC News n’est pas le producteur de ces données. Les publications sont interrogées à la demande dans Crossref, OpenAIRE, DOAJ, Europe PMC, HAL, DataCite, AfricArXiv, ROR et la Banque mondiale, sans clé d’accès. OpenAlex reste optionnel. Aucun service payant n’est nécessaire et aucune donnée externe n’est enregistrée en base. Consulter les sources et leurs limites.