Aller au contenu principal
Accès ouvert déclaré 2026 article

Pemungutan Zakat Profesi ASN melalui BAZNAS: Antara Kebijakan dan Persetujuan

0Citations signalées, ce qui n’est pas une note de qualité
1Institutions déclarées
1Pays d’affiliation déclarés

Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.

Le résumé fourni par la source

Penelitian ini membahas pro dan kontra pengelolaan zakat profesi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di kalangan ASN guru sebagai bagian dari praktik lembaga nonprofit di Indonesia. Fenomena ini muncul karena adanya kebijakan yang dilakukan oleh BAZNAS terkait pemotongan zakat profesi sebesar 2,5% dari penghasilan ASN di Jakarta yang dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Di sisi lain, kebijakan tersebut dianggap mampu meningkatkan efektivitas pengumpulan dana zakat dan menguatkan program sosial untuk para penerima zakat. Namun, kebijakan itu justru memicu munculnya kritik dari sebagian guru yang berstatus ASN di sekolah negeri yang menganggap potongan tersebut terkesan memaksa, kurang transparan sampai menambah beban ekonomi. Perdebatan ini menjadi penting untuk diteliti sebab berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga nonprofit berbasis keagamaan seperti BAZNAS. Penelitian ini menggunakan Trust Theory dari Mayer, Davis, dan Schoorman untuk melihat seperti apa relasi kepercayaan yang terbentuk di tengah masyarakat terhadap suatu Lembaga. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan Stakeholder Theory dari Freeman untuk mengeksplorasi hubungan antara pemerintah daerah, BAZNAS, ASN guru juga masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sedangkan data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap kebijakan pemotongan zakat profesi dari penghasilan ASN guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang dinamika zakat profesi di lingkungan ASN guru yang di kelola langsung oleh BAZNAS. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya transparansi lembaga nonprofit, juga menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS sebagai lembaga nonprofit juga pemerintah yang menaunginya dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang dapat dipercaya masyarakat.

Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.

Le contrôle bibliographique ouvert

DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.

Titre Crossref
Pemungutan Zakat Profesi ASN melalui BAZNAS: Antara Kebijakan dan Persetujuan
Date Crossref
03/09/2026
Éditeur
Publikasi Indonesia
Type
journal-article

Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.

Les institutions déclarées

Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.

Les sujets associés

Islamic Finance and Banking StudiesIslamic Studies and RadicalismIslamic Finance and Communication

BNTIC News n’est pas le producteur de ces données. Les publications sont interrogées à la demande dans Crossref, OpenAIRE, DOAJ, Europe PMC, HAL, DataCite, AfricArXiv, ROR et la Banque mondiale, sans clé d’accès. OpenAlex reste optionnel. Aucun service payant n’est nécessaire et aucune donnée externe n’est enregistrée en base. Consulter les sources et leurs limites.