Penerapan Konsep Marketable dan Sustainable Cultural Tour Package pada Wisata Budaya dan Prasejarah Leang-Leang
Résumé fourni par la source
Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan merupakan destinasi wisata budaya dan prasejarah yang memiliki potensi besar melalui keberadaan lukisan telapak tangan purba, gua prasejarah, serta kawasan karst yang bernilai sejarah tinggi. Namun, pengembangan wisata berbasis budaya dan keberlanjutan di kawasan ini masih belum optimal, khususnya dalam aspek promosi, fasilitas wisata, dan pengemasan paket wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap potensi wisata budaya dan prasejarah Leang-Leang serta merumuskan konsep marketable and sustainable cultural tour package. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner Google Form kepada 64 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai Leang-Leang memiliki nilai budaya dan prasejarah yang tinggi serta berpotensi menjadi ikon wisata budaya di Kabupaten Maros. Daya tarik utama destinasi meliputi lukisan telapak tangan purba, kawasan karst, dan wisata edukasi sejarah. Selain itu, media sosial seperti Instagram dan TikTok dinilai efektif dalam memperkenalkan destinasi kepada generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan paket wisata budaya berbasis edukasi, pengalaman budaya lokal, pemasaran digital, dan prinsip keberlanjutan guna meningkatkan daya saing destinasi sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- <b>Penerapan Konsep Marketable dan Sustainable Cultural Tour Package pada Wisata Budaya dan Prasejarah Leang-Leang </b>
- Date Crossref
- 17/08/2026
- Éditeur
- Politeknik Pariwisata Makassar
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude et ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.