Evaluasi Karakter Agro-Fisiologi dan Potensi Hasil Beberapa Genotipe Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Tinggi.
Résumé fourni par la source
Gandum (Triticum aestivum L.) merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang kebutuhan konsumsinya di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara sebagian besar kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi gandum dalam negeri memerlukan pengembangan genotipe yang mampu beradaptasi pada kondisi agroekologi tropis, khususnya di dataran tinggi. Program pemuliaan melalui persilangan konvergen (convergent breeding) telah menghasilkan sejumlah galur harapan yang perlu dievaluasi kemampuan adaptasi, produktivitas, serta karakter fisiologinya sebelum dimanfaatkan sebagai calon varietas unggul. Evaluasi karakter agronomi dan fisiologi menjadi penting karena produktivitas tanaman tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kemampuan tanaman beradaptasi terhadap kondisi lingkungan tumbuh. Penelitian ini telah dilaksanakan di Jorong Galagah Nagari Alahan Panjnag, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok dengan ketinggian ± 1616 mdpl dari Mei hingga Juli 2026. Pengamatan dan analisis dilakukan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Laboratorium PT. Wiwiadi Bintang Sains Padang, serta Laboratorium Kimia, Biokimia Hasil Pertanian dan Gizi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe sebagai perlakuan. Bahan tanaman terdiri atas 14 genotipe gandum yang meliputi dua varietas introduksi (IS-Jarissa dan VEE), lima galur hasil persilangan konvergen (CBF6-22, CBF6-23, CBF6-25, CBF6-26, dan CBF6-27), lima varietas adaptif dataran tinggi (Nias, Dewata, GURI 4 Agritan, GURI 5 Agritan, dan GURI 6 Agritan), serta dua varietas adaptif dataran menengah (GURI 7 Agritan dan GURI 8 Agritan). Kondisi iklim, karakter pertumbuhan, karakter hasil, dan karakter fisiologi sebagian dianalisis secara deskriptif dan sebagian menggunakan uji F pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal pada taraf nyata 5% menggunakan Microsoft Excel® 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa genotipe memberikan pengaruh nyata terhadap karakter pertumbuhan dan komponen hasil tanaman gandum. Galur persilangan konvergen CBF6-27 merupakan genotipe dengan performa terbaik karena menghasilkan hasil per petak tertinggi sebesar 453,03 g, disertai jumlah biji per malai utama yang tinggi (31,60 butir) dan bobot biji per malai utama sebesar 1,36 g. Pada karakter fisiologi, CBF6 27 juga menunjukkan kadar air relatif daun tertinggi (89%), kadar MDA terendah (1,10 μmol g⁻¹ bobot segar), serta aktivitas enzim SOD sebesar 1,42 unit g⁻¹ bobot segar, yang menunjukkan kemampuan mempertahankan keseimbangan fisiologi selama pertumbuhan.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Contrôle bibliographique ouvert
Institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.