Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi Sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi Di Desa Bulus Bandung Tulungagung
Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.
Le résumé fourni par la source
Latar belakang: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Desa Bulus, Tulungagung, yang berdampak signifikan terhadap biaya produksi dan kesejahteraan petani. Ketergantungan terhadap pupuk kimia tidak hanya membebani ekonomi petani tetapi juga merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih petani dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis abu sekam dan dedak padi sebagai alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan. Metode: Pelaksanaan terdiri dari empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelatihan diberikan kepada 30 petani melalui pemaparan materi, demonstrasi langsung pembuatan pupuk, dan sesi praktik. POC dibuat menggunakan bahan lokal seperti abu sekam, dedak padi, air beras, EM4, dan molase, melalui proses fermentasi selama 7–10 hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 25 poin. Hasil: kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan POC. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) mencapai 91,52, tergolong “Sangat Puas” menurut Permenpan RB No. 14 Tahun 2017. Kesimpulan: Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas guna mendorong pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa. ______________________________________________________________________________ Abstract Background: This community service activity was motivated by the issue of subsidized fertilizer scarcity in Bulus Village, Tulungagung, which has significantly impacted production costs and farmers’ welfare. Dependence on chemical fertilizers not only burdens farmers economically but also degrade soil fertility in the long term. This activity aims to introduce and train farmers in the production of liquid organic fertilizer (LOF) based on rice husk ash and rice bran as an environmentally friendly, economical, and sustainable alternative. Method: The implementation method consists of four stages: preparation, execution, evaluation, and program sustainability. Training was provided to 30 farmers through material presentations, live demonstrations of fertilizer production, and practical sessions. LOF was made using locally available materials such as rice husk ash, rice bran, rice washing water, EM4 (Effective Microorganisms), and molasses, through a fermentation process lasting 7–10 days. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, which showed an average increase in participants’ knowledge by 25 points. Results: The results showed that participants were highly enthusiastic and able to understand and apply the LOF production techniques. The Customer Satisfaction Index (IKK) reached 91.52, classified as “Very Satisfactory” according to Permenpan RB No. 14 of 2017. Conclusion: This training not only enhanced farmers’ capacity but also created new economic opportunities, strengthened food security, and reduced dependence on chemical fertilizers. Moving forward, this activity is expected to be more widely adopted to promote independent and sustainable organic farming at the village level.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Le contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- Pengembangan Pupuk Cair Organik Berbasis Sekam Padi Sebagai Upaya Mengurangi Ketergantungan Pupuk Bersubsidi Di Desa Bulus Bandung Tulungagung
- Date Crossref
- 01/01/2025
- Éditeur
- Universitas Muhammadiyah Semarang
- Type
- proceedings-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Où se fait cette recherche
-
Airlangga University pays non établi dans la noticeUniversité ou école supérieure
-
Departemen Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya pays non établi dans la noticeInstitution
-
Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga Surabaya pays non établi dans la noticeInstitution
Airlangga University, Departemen Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya et Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga Surabaya.
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.