Pelatihan SIPORSI (Sistem Pelaporan Terintegrasi) untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pencatatan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Pembantu Kelurahan Serangan
Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.
Le résumé fourni par la source
Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Serangan belum memiliki sistem pencatatan kasus Tuberkulosis (TB) yang terstruktur, menyebabkan kesulitan dalam pelaporan dan investigasi kontak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam pencatatan kasus TB menggunakan SIPORSI (Sistem Pelaporan Terintegrasi) berbasis Google Spreadsheet. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dengan pendekatan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung selama 5 jam yang dilaksanakan pada 4 Oktober 2025. Peserta terdiri dari 4 tenaga kesehatan Pustu yang dievaluasi menggunakan pre-post test dengan 30 soal mencakup 5 domain pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari skor rata-rata 60% (pre-test) menjadi 80% (post-test) dengan N-Gain Score 0,50 (kategori sedang). Domain pengetahuan SIPORSI menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 66,7%. Tingkat kepuasan peserta mencapai 90% dengan aspek tertinggi pada relevansi materi (95%) dan kesempatan praktik langsung (95%). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penggunaan SIPORSI untuk pencatatan kasus TB yang lebih terstruktur dan mendukung investigasi kontak
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Le contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- Pelatihan SIPORSI (Sistem Pelaporan Terintegrasi) untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pencatatan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Pembantu Kelurahan Serangan
- Date Crossref
- 25/12/2025
- Éditeur
- Politeknik Kesehatan Kartini Bali
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Les institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.