REVITALISASI PASAR SENI SENGGIGI SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA, LOMBOK BARAT
Résumé fourni par la source
Kawasan Senggigi yang dahulu menjadi ikon pariwisata NTB mulai kehilangan daya tariknya. Salah satu titik yang paling terdampak adalah Pasar Seni Senggigi dimana kondisi fasilitas yang kurang terawat, penataan pedagang yang tidak optimal, kurangnya atraksi budaya rutin, serta minimnya promosi digital, menyebabkan pasar seni ini tidak lagi menjadi titik singgah utama bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi revitalisasi Pasar Seni Senggigi melalui pendekatan budaya, partisipatif, dan destinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab menurunnya aktivitas pasar seni yaitu minimnya atraksi budaya yang rutin, penataan fisik yang tidak menarik. Berdasarkan hasil temuan dan analisis, strategi revitalisasi yang dapat dilakukan mencakup revitalisasi fisik, penguatan atraksi budaya, manajemen dan promosi digital dengan pembentukan tim kurator, branding ulang pasar seni senggigi, aktivasi media social, keterlibatan komunitas lokal, kemitraan dan pendanaan, dan kolaborasi dengan sektor swasta. Hasil penelitian ini menguatkan teori revitalisasi kawasan oleh Montgomery bahwa keberhasilan revitalisasi tidak hanya terletak pada pembaruan fisik, tetapi juga pada aktivasi sosial dan budaya. Temuan ini juga mendukung konsep wisata budaya menurut UNWTO di mana pengalaman otentik menjadi nilai jual utama sebuah destinasi.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- REVITALISASI PASAR SENI SENGGIGI SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA, LOMBOK BARAT
- Date Crossref
- 23/07/2025
- Éditeur
- Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude et ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.