Induksi Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis Menggunakan Bakteri Endofit dan Asam Salisilat
Rattachement africain : id. Niveau de preuve : code pays fourni par la source.
Le résumé fourni par la source
Patogen Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis adalah penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman tomat. Patogen ini sulit dikendalikan karena kemampuannya bertahan dalam sisa bahan inang, tanah, dan dapat menyebar dengan mudah melalui aliran air, serta menginfeksi jaringan tanaman secara sistemik. Belum ada pestisida kimia yang efektif untuk mengendalikan patogen layu bakteri. Oleh karena itu, alternatif pengendalian yang dipilih ialah dengan menggunakan bakteri endofit dan asam salisilat. Dua jenis bakteri endofit, yaitu Arthrobacter sp. dan Bacillus thuringiensis, serta asam salisilat digunakan dalam penelitian secara tunggal ataupun kombinasi untuk mengevaluasi potensinya dalam menginduksi ketahanan tanaman tomat dalam menekan penyakit layu bakteri R. syzygii subsp. indonesiensis. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 14 perlakuan terdiri atas perlakuan tunggal dan kombinasi. Setiap perlakuan terdiri atas tiga unit tanaman dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Arthrobacter sp. dan asam salisilat yang diaplikasikan satu kali seminggu (ABAS1) merupakan perlakuan yang paling efektif untuk menginduksi ketahanan tomat. Hal ini tampak pada periode inkubasi yang paling lama, rendahnya insidensi dan keparahan penyakit, meningkatnya aktivitas enzim peroksidase, polifenoloksidase, dan jaringan xilem tidak dominan terkolonisasi patogen pada pengamatan histopatologi.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Le contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- Induksi Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis Menggunakan Bakteri Endofit dan Asam Salisilat
- Date Crossref
- 13/06/2025
- Éditeur
- The Indonesian Phytopathological Society
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude, et il ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Les institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.