Perbandingan Sensitivitas Dan Spesifisitas Pemeriksaan Mikroskopis Dengan Rapid Diagnostic Test (Rdt) Untuk Deteksi Plasmodium Falciparum
Résumé fourni par la source
Malaria tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama Plasmodium falciparum, yang dapat menyebabkan komplikasi berat. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian. Penelitian ini membandingkan sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan mikroskopis dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) berbasis Histidine Rich Protein-2 (HRP2) dalam mendeteksi Plasmodium falciparum. Studi ini menggunakan desain potong lintang dengan 36 sampel darah EDTA yang dicurigai malaria di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan 23 sampel positif (Plasmodium falciparum 63,89%) dan 13 sampel negatif (36,11%). Pemeriksaan RDT menunjukkan 22 sampel positif (61,11%) dan 14 sampel negatif (38,89%). Sensitivitas RDT adalah 86,96%, spesifisitas 84,62%, Positive Predictive Value (PPV) 90,91%, dan Negative Predictive Value (NPV) 78,57%. Hasil ini menunjukkan bahwa RDT dapat menjadi alternatif pemeriksaan mikroskopis, terutama di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan tenaga ahli dan alat laboratorium. Penggunaannya memungkinkan diagnosis lebih cepat dan praktis, sehingga meningkatkan akses layanan kesehatan dan mempercepat penanganan pasien. Dengan demikian, RDT berpotensi menjadi solusi efektif dalam pengendalian malaria, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.
Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.
Contrôle bibliographique ouvert
DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.
- Titre Crossref
- Perbandingan Sensitivitas Dan Spesifisitas Pemeriksaan Mikroskopis Dengan Rapid Diagnostic Test (Rdt) Untuk Deteksi Plasmodium Falciparum
- Date Crossref
- 06/03/2025
- Éditeur
- Riviera Publishing
- Type
- journal-article
Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude et ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.
Institutions déclarées
Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.