Aller au contenu principal
Accès ouvert déclaré 2025 article

MAKANAN ULTRA-PROSES, INOVASI DALAM INDUSTRI MAKANAN MODERN

1Citations signalées — pas une note de qualité
1Institutions déclarées
1Pays d’affiliation déclarés

Résumé fourni par la source

Pan America Health Organization (PAHO) pada tahun 2015 dari World Health Organization (WHO), pola makan di negara-negara berpenghasilan tinggi dan sekarang negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah beralih dari makanan yang tidak diproses atau diproses minimal ke produk makanan dan minuman ultra-proses. Konsumsi ultra-processed foods (UPF) telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia, seiring dengan perubahan pola makan yang dipengaruhi oleh urbanisasi, perkembangan industri makanan, dan gaya hidup modern. UPF, yang mencakup makanan cepat saji, camilan kemasan, dan minuman manis, mengandung bahan tambahan pengawet, pemanis, dan penguat rasa, dapat menurunkan kualitas gizi makanan. Konsumsi UPF di Indonesia telah mencapai sekitar 45% dari total asupan kalori pada tahun 2020, dengan tren konsumsi yang lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja. Peningkatan konsumsi UPF ini berhubungan dengan peningkatan prevalensi obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular, kini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia. Meskipun pemerintah Indonesia telah mulai mengimplementasikan kebijakan seperti labeling gizi dan pajak gula untuk mengurangi dampak negatif konsumsi UPF, tantangan besar masih ada, terutama dalam penerapan kebijakan yang efektif di seluruh wilayah negara. Diperlukan kebijakan lebih lanjut, edukasi masyarakat, dan peningkatan akses terhadap makanan sehat untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh konsumsi UPF yang berlebihan.

Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.

Contrôle bibliographique ouvert

DOI retrouvé dans Crossref DOI retrouvé ; titre concordant.

Titre Crossref
MAKANAN ULTRA-PROSES, INOVASI DALAM INDUSTRI MAKANAN MODERN
Date Crossref
10/01/2025
Éditeur
Universitas Islam Sumatera Utara
Type
journal-article

Ce recoupement confirme des métadonnées liées au DOI. Il ne confirme ni la méthode ni les conclusions de l’étude et ne compte pas comme une seconde source scientifique indépendante.

Institutions déclarées

Une affiliation ne permet pas de déduire la nationalité d’un auteur.

Sujets associés

SMEs Development and Digital Marketing

BNTIC News n’est pas le producteur de ces données. Recherche à la demande dans Crossref et Europe PMC, sans clé ; OpenAlex reste optionnel. Aucun service payant requis, aucune réponse conservée. Sources et limites.