Aller au contenu principal
2017 dissertation

Penentuan Zona Prospeksi Mineral Logam Timah di Laut Tanjung Pala Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

0Citations signalées, ce qui n’est pas une note de qualité
0Institutions déclarées
0Pays d’affiliation déclarés

Le résumé fourni par la source

Salah satu bahan galian logam yang berpotensi besar di Indonesia adalah timah. Keterdapatan endapan timah yang terkenal di dunia ada pada daerah yang disebut dengan The Southeast Asian Tin Belt (Jalur Timah Asia Tenggara) yang membentang dari daratan Birma, Thailand, Malaysia berlanjut sampai Indonesia yaitu di Kepulauan Karimun, Kundur, Singkep, Bangka Belitung, Karimata dan berakhir di Kalimantan Barat. Jalur timah di Indonesia dua pertiga bagiannya berada di dasar laut. Endapan timah yang berada di laut merupakan endapan timah sekunder yang merupakan endapan hasil pelapukan dari batuan induk pembawa timah kemudian mengalami transportasi dan sedimentasi. Sampai saat ini diketahui bahwa batuan yang membawa timah cukup kaya adalah batuan granit tipe S yang berumur Kapur sampai Trias. Timah sendiri dalam bentuk logamnya disebut Stanium (Sn), sedangkan mineralnya adalah kasiterit (SnO2). Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan sampel pemboran pada blok Laut Tanjung Pala dan analisis laboratorium berupa analisis XRF (X-Ray Fluorescence) untuk mengetahui persentase kadar Sn pada sampel pemboran. Pengamatan sampel pemboran dilakukan untuk mengetahui satuan litologi, komposisi mineral penyusun dan perhitungan taksiran timah sementara untuk menentukan keterdapatan timah pada daerah penelitian. Dari keterdapatan timah pada daerah penelitian dan prosentase kadar Sn pada sampel pemboran dapat ditentukan daerah yang memiliki prospek timah paling tinggi. Dari hasil pengamatan inti core hasil pemboran di daerah penelitian diidentifikasikan terdapat 4 (empat) satuan litologi dari tua ke muda yaitu granit, granit lapuk, lempung dan endapan lepas. Mineral yang menyusun satuan litologi di daerah penelitian di antaranya kuarsa, kasiterit, ilmenit, zirkon, turmalin, wolframit, pirit, kalkopirit, monasit, magnetit, hematit, limonit dan siderit. Mineral kasiterit yang paling banyak keterdapatannya ada di sekitar titik bor 1292. Dari hasil analisis XRF diketahui kadar timah terbesar yang ada di daerah penelitian adalah 0,003% yang ada di titik bor 1292 sementara yang terkecil adalah 0,000% yaitu pada titik bor 1285, 1286, 1287, 1289, 1290 dan 1291 yang menandakan tidak adanya timah yang terdapat di lubang bor tersebut. Katakunci: Tanjung Pala, persebaran timah, analisis XRF, prospek timah

Ce résumé expose les affirmations des auteurs. BNTIC ne l’interprète pas comme une validation indépendante des résultats.

Le contrôle bibliographique ouvert

Aucun DOI disponible pour le contrôle Crossref.

Les sujets associés

Geological and Geophysical Studies

BNTIC News n’est pas le producteur de ces données. Les publications sont interrogées à la demande dans Crossref, OpenAIRE, DOAJ, Europe PMC, HAL, DataCite, AfricArXiv, ROR et la Banque mondiale, sans clé d’accès. OpenAlex reste optionnel. Aucun service payant n’est nécessaire et aucune donnée externe n’est enregistrée en base. Consulter les sources et leurs limites.